SINE – SMAN 1 Sine sukses menyelenggarakan “Festival Ramadhan” tahun 2026 yang berlangsung meriah selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 Maret. Acara yang dipusatkan di depan area sekolah, Jl. Raya Sine ini, menjadi panggung unjuk bakat bagi para siswa, khususnya mereka yang tergabung dalam Program Double Track.

Kepala SMAN 1 Sine, Eko Budianto, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas bulan suci, melainkan ajang implementasi keterampilan kewirausahaan siswa. Kemeriahan dimulai pada Rabu (11/03) dengan prosesi Pembukaan & Ceremonial yang dibuka dengan pemotongan pita oleh Bapak Kepala sekolah SMAN 1 Sine, Eko Budianto, S.Pd, M.Pd dan dihadiri oleh seluruh bapak/ibu guru dan tenaga pendidikan, peserta Program Double Track, Dharma Wanita Persatuan, OSIS dan siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler . Setelah peresmian, pengunjung langsung disuguhi berbagai hiburan menarik serta pembukaan bazar yang dikelola oleh siswa. Menjelang berbuka puasa, acara diisi dengan aksi sosial berbagi takjil kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan di depan sekolah.


Hari kedua festival difokuskan sepenuhnya pada kegiatan bazar yang menarik minat warga sekitar. Program Double Track di SMAN 1 Sine memang dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan tambahan di luar kurikulum reguler. Pada festival ini, dua bidang unggulan menjadi primadona:
- Bidang Tata Boga: Menghadirkan bazar makanan dengan menu kekinian seperti Ayam Keju Lumer, Dimsum Keju Lumer, hingga Banana Boat.
- Bidang Multimedia: Membuka layanan jasa profesional mulai dari foto & video produk, dokumentasi event, hingga pengambilan gambar menggunakan drone.



Di sela-sela kesibukan melayani pembeli di stand bazar, Ibu Nina Widyastuti, S.Pd, selaku Trainer Bidang Tata Boga Program Double Track SMAN 1 Sine, memberikan keterangannya mengenai performa para siswa.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak. Menu yang disajikan seperti Ayam Keju Lumer, Dimsum Keju Lumer dan Banana Boat ini bukan sekadar masakan biasa, tapi hasil riset pasar mereka sendiri untuk menyesuaikan selera anak muda saat ini,” ujar Ibu Nina.
Ia juga menambahkan bahwa Festival Ramadhan ini menjadi ujian praktik nyata bagi mental kewirausahaan siswa.
“Di kelas Double Track, mereka belajar teknik memasak. Namun, di festival ini, mereka belajar cara menghadapi komplain pelanggan, mengatur stok bahan agar tidak kurang, hingga manajemen waktu saat pesanan membeludak menjelang berbuka. Inilah esensi dari kemandirian yang ingin kita bangun melalui program ini.”
Puncak rangkaian acara pada Jumat (13/03) ditutup dengan kelanjutan bazar dan acara Buka Puasa Bersama. Momen ini mempererat tali silaturahmi antara guru, siswa, dan staf sekolah dalam suasana yang religius namun tetap kreatif.


“Melalui Festival Ramadhan ini, kami berharap siswa tidak hanya mengasah sisi spiritual, tetapi juga memiliki mental entrepreneur yang kuat melalui program Double Track yang kami jalankan,” ujar Eko Budianto.
Festival ini membuktikan bahwa pendidikan di sekolah bisa berjalan selaras dengan kebutuhan industri dan kearifan lokal di bulan Ramadhan.
